Testimoni

sakit mata

Tetes Mata Herbal Radix Vitae Papua terbukti secara empiris mampu menyembuhkan sekitar 100.000 penderita penyakit mata dengan berbagai keluhan. Berikut beberapa testimonial dari para penderita penyakit mata yang mengalami kesembuhan :

Hendi (23 th)

Sembuhkan silindris dan minus,menggapai cita-cita

Sejak kecil saya bercita-cita menjadi seorang penerbang Angkatan Udara.  Saat tamat SMA dan terbuka kesempatan untuk mendaftar sebagai penerbang saya segera mendaftar sebagai calon taruna AU.  Seluruh tahapan seleksi sudah dapat saya lalui, namun sayang cita-cita saya tersebut harus terhalang oleh kendala di indra penglihatan saya.  Berdasarkan analisa dokter mata saya sebelah kiri mengalami silindris sebesar ¾, dan mata sebelah  kanan mengalami minus ½.

Berbagai cara pengobatan saya lakukan dari mulai yang konvensional hingga ke yang sifat pengobatan medical modern,demikian juga dengan obat2an yang harus saya konsumsi.  Namun semuanya tidak dapat memberikan hasil yang nyata dan memuaskan.  Hingga pada suatu hari saya mendengar Tetes Mata Herbal Radix Vitae yang kami poeroleh melalui searching di internet.  Dengan keyakinan dan harapan yang penuh bahwa Tetes Mata Herbal Radix Vitae ini akan mampu memberikan kesembuhan bagi mata saya, akhirnya saya  memutuskan untuk mencobanya.

Dengan pemakaian yang kontinyu dan teratur setiap satu jam menjelang tidur saya meneteskan dua tetes – dua tetes ke mata kanan dan kiri, Alkhamdulillah perubahan positif atas indra penglihatan saya mulai terasa.  Saat di periksakan kembali ke dokter mata, dokter menyatakan bahwa Silindris pada mata kiri saya telah berkurang menjadi ½, dan kelainan mata minus di mata kanan saya telah sembuh dan kembali normal seperti biasa.  Saya sekeluarga benar-benar bersyukur atas kejadian ini dan bertekad untuk menormalkan kembali silindris pada mata sebelah kiri saya, agar cita-cita menjadi calon penerbang AU benar-benar bisa tercapai.

Ir. Fenny Ichwani Nasution

Mata plus saya sudah sembuh dan mata dinyatakan normal kembali

Kegiatan membaca sudah menjadi kebutuhan rutin yang setiap hari selalu saya lakukan.  Oleh karena kegiatan membaca itu sering saya lakukan sambil berbaring di tempat tidur, sudah sejak 3 tahun lalu dokter mata mendiagnosis kelainan pada mata saya yakni mengalami mata plus.   Sejak saat itu saya perlu bantuan kaca mata setiap kali akan mulai membaca.  Hal yang mengganggu adalah saat saya harus bepergian dan kelupaan membawa kaca mata,  rasa-rasanya saat seperti semua barang bawaan jadi kurang berarti lagi karena kegiatan membaca pasti akan terkendala.  Melalui internet saya mencoba mencari-cari informasi bagaimana untuk bisa lepas dari ketergantungan memakai kacamata ini.  Melalui internet saya mendapatkan informasi tentang adanya Tetes Mata Herbal Radix Vitae dan saya mulai menggunakannya secara teratur sesuai dengan petunjuk pemakaiannya.
Setelah saya menggunakan Tetes Mata Herbal Radix Vitae secara teratur, dua minggu kemudian saya mulai merasakan adanya perubahan yang terjadi pada kebiasaan saya sebelumnya.  Setiap kali saya membaca koran, baru sebentar membaca kepala sudah terasa pusing.  Anehnya ketika kacamata saya buka saya merasa lebih nyaman saat melakukan aktivitas membaca.  Adanya hal tersebut kemudian saya konsultasikan ke dokter mata dan diketahui bahwa kelainan mata plus saya sudah sembuh dan mata dinyatakan normal kembali.  Ohh.. betapa senang dan leganya saya kini.

Chelsya Karuna handaya, 9 tahun, TANGERANG – Banten

HANYA DALAM WAKTU 1,5 BULAN SEMBUH TOTAL DARI KELAINAN MATA MINUS DAN SILINDRIS

Sisy adalah nama panggilannya, sejak usia 8 tahun mulai mengalami gangguan penglihatan dan berdasarkan hasil pemeriksaan pada Januari 2008 diketahui ia mengalami rabun jauh 1 dan 0,5 untuk mata kiri dan kanannya serta silindris 1 dan 0,5 untuk mata yang sama. Ayahnya mengetahu tetes mata Radix Vitae dari buku yang didapatnya di sebuah toko buku dan terus berusaha mencari tahu bagaimana mendapatkan obat yang disebutkan di buku berjudul KESEMBUHAN MELALUI AIR MATA yang ia baca. Setelah mendapatkan tetes mata tersebut ayahnya langsung memakaikannya kepada Sisy. Dalam kurun waktu 1 bulan saja dimana tetes mata tersebut baru terpakai setengahnya, mata Sisy sudah menunjukan kemajuannya. Dan akhirnya melalui pemeriksaan di sebuah optik, makat Sisy dinyatakan tidak mengalami gangguan lagi alias sembuh total

Bolim Handaya, 42 tahun, TANGERANG – Banten 

LEPAS KACAMATA PLUS HANYA DENGAN 8 KALI PENETESAN

Setelah melihat sendiri kesembuhan yang sangat cepat dari anaknya Sisy yang memakai tetes mata Radix Vitae serta merasa sayang atas tetes mata yang masih tersisa setengahnya tersebut, akhirnya pria berkaca mata plus 1 ini memutuskan untuk menggunakan tetes mata tersebut ke matanya. Hanya dalam hitungan 8 kali penetesan mata Pak Bolim sudah merasa jelas untuk dipakai membaca dan akhirnya kacamata kesangannya tersebut tidak lagi dibutuhkan karena kelainan mata plus yang diderita oleh beliau sudah sembuh.

Bapak Hendra Leksana – Kudus,Tlp: 0291 437689 hp: 0818 177660

Bapak hendra leksana, sekarang ini telah berumur 57 tahun, menderita katarak sejak 5 tahun yang lalu, sangat menderita karena dengan penyakitnya bapak yang mempunyai seorang istri dan seorang anak putri ini, menjadi tidak berani memegang kemudi dibalik mobilnya, sehingga tergantung oleh seorang sopir yang setia.

Bapak yang beralamat di jalan r. Agil kusumadya ploso gg i, no 917 b kudus ini memang sejak usia 16 tahun gemar merokok dan hobi minum soft drink, bir dan makan sate kambing, yang mana kegemaran merokok distop sejak tahun 1990.

Tahun 2000 bapak hendra leksana menjalani operasi katarak pada mata sebelah kiri, dengan harapan bisa kembali beraktivitas dengan baik.

Lima tahun kemudian, pada tahun 2005 mulailah mata sebelah kanan ikut terganggu gara-gara kena penyakit katarak. Dengan meminta pertimbangan istrinya, bapak yang pekerjaannya wiraswasta ini berhasrat untuk menjalani operasi mata kembali..

Setelah menjalani pemeriksaan dokter bulan november 2005 dikatakan bahwa kataraknya masih tipis, tidak bisa dioperasi sekarang, harus menunggu katarak menebal, padahal saat itu penglihatannya sudah terganggu. Rencana operasi menjadi ditunda dengan berbagai pertimbangan juga. Bapak hendra harus menjalani berobat jalan dengan tetes mata dari dokter sampai april 2006, yang tidak menampakkan adanya tanda-tanda proses kesembuhan.

Kelihatannya jalan tuhan lain, pada hari minggu, tanggal 23 april 2006, mulailah bapak hendra menjalani terapi dengan obat tetes mata radix vitae papua buatan pt radix vitae papua dengan herbalis dari jerman, heinrich melcher.

Apa yang didapat dari terapi yang baru sehari dijalani itu benar-benar menjadi kebahagiaan bagi keluarga bapak hendra.

Senin sore tanggal 24 april, jam 15.00 istrinya menelpon, mengabarkan bahwa pak hendra sudah bisa melihat mata saya, yang semula pak hendra hanya bisa melihat bayang-bayang tubuh istrinya saja.

Benar-benar obat mata mujarab dan baik, tanpa operasi dan tanpa resiko, bisa menyembuhkan katarak saya, dengan obat mata dari radix vitae papua, mata saya terselamatkan dari tindakan operasi, kata pak hendra, terima kasih radix vitae papua, terima kasih herbalis heinrich melcher.

Koko Susilo (19th)

Silinder hilang & minus sudah turun menjadi minus 3/4

Saat itu saya mengikuti test kesehatan sebagai calon pegawai Imigrasi, ternyata diketahui bahwa ada kelainan pada mata saya yakni Minus 1,75 & silinder pada mata kanan & kiri. Kemudian Bulan Sept ’09 mulai memakai Tetes Mata Radix Vitae, setelah pemakaian botol ke-2 mata sudah mulai terasa
lebih enak.

Mulai saat itu pengobatan terus saya lanjutkan ditambah dg konsumsi kapsul Angelica.  Pada bulan Feb 2010, saya mengikuti test kesehatan (daftar ke pendidikan kepolisian) di Polda Jatim.  Dari situ diketahui bahwa silinder hilang & minus sudah turun menjadi
minus 3/4.

Kemudian pada tgl 3 April memeriksakan ke RS “YAP” Yogyakarta, diperiksa
oleh dr. Santi A, SpM, dengan hasil yang menggembirakan yakni Sehat dan Normal sebagaimana terlampir.

Djuprie Soedarmo (Barongan, Jetis Bantul – Yogyakarta) – 61 tahun

Plus turun 1 dan katarak sudah tidak ada

Pada Tahun 2005 Departmen Kesehatan di Yogyakarta pernah mengadakan pemeriksaan mata secara massal. Kesempatan itu dipergunakan Pak Djuprie untuk ikut memeriksakan matanya.  Dari hasil pemeriksaan ia dinyatakan menderita Katarak yang masih tipis dan Hyperopie (Plus) 2.

Sejak ketahuan bahwa pak Djuprie mengalami kelainan mata plus dan katarak, beliau berusaha untuk mencari pengobatan alternatif sebab biaya untuk operasi jadi terlalu tinggi untuk beliau.  Pada Agustus 2007 beliau mendengar tentang Tetes Mata Herbal Radix Vitae di Radio Sonora FM di Yogyakarta. Pada dasarnya beliau tidak begitu gampang percaya begitu saja, selanjutnya Pak Djuprie masih mencari informasi tentang Radix Vitae.  Akhirnya Pak Djuprie yakin dan pada Januari 2008 mulai menggunakan  Radix.  Pada saat itu beliau tetes mata masih dengan jarak dua hari sekali.

Walaupun beberapa kali pengobatan sempat terhenti namun beliau sudah merasa ada  perubahan yang cukup signifikan.  Mata Pak Djuprie pada bulan Mei 2008 di periksa dan ternyata plus sudah turun 1 dan katarak sudah tidak ada

Rizkyana – Semper Barat, Tanjung Priuk

Sembuh total dan kembali normal (tidak minus lagi)

Pada Usia 16 tahun setelah memeriksakan diri ke Toko Optik  baru diketahui adanya kelainan pada matanya yakni  minus Kiri dan Kanan sebesar 0,75.

Karena Rizkyana merasa tidak enak dan sebagai perempuan malu mau pakai kaca mata orang tua berusaha mencari jalan untuk menyembuhkan anak mereka dari kelainan mata minus.

Pada Bulan April 2007 mereka mendapat buku karya Heinrich Melcher berjudul “KESEMBUHAN MELALUI AIR MATA” di Toko Buku Gramedia dan juga membaca artikel di Majalah Trubus tentang Tetes Mata Herbal Radix Vitae.  Mereka ambil Keputusan untuk mencari tetes mata tersebut dan pada 24 April 2008 mereka membeli Tetes Mata Herbal Radix Vitae.

Mata Rizkyana mulai di tetes pada tanggal 25 April 2008 dan pada tanggal 17 Mei 2008 di periksakan lagi ke Toko Optik dan ternyata minus sudah turun menjadi 0.25 mata kiri dan kanan.  Pada tanggal 12 Juni 2008 Rizkyana memeriksakan kondisi mata-nya ke Rumah Sakit Koja dan diperiksa oleh seorang Dokter Mata yakni dokter Samsurizal.  Dari haril pemeriksaan dinyatakan bahwa mata Rizkyana telah sembuh total dan kembali normal (tidak minus lagi)

Nuriyadi – Balangjati Mojowates – Rejo Kemlagi

Miopi progressif (Minus) sembuh

Nuriyadi, dimulai sejak kelas 2 SD merasa kurang bisa melihat jauh.  Karena keadaan tersebut orang tuanya membawa dia untuk periksa mata di Dokter ahli mata.  Dari hasil pemeriksaan tersebut diketahui bahwa Nuriyadi menderita miopia progresif yang naik cepat.  Dalam waktu tidak lama, minus naik terus dan Nuriyadi mulai menggunakan kaca mata.  Pada pemeriksaan berikutnya,  minusnya sudah naik menjadi 4.  Karena Nuriyadi anak satu-satunya orang tua berusaha untuk mendapat obat untuk menyembuhkan mata anaknya.  Mereka pakai obat tetes mata dari Dokter tetapi tidak ada kemajuan sama sekali sedangkan pada tahun 2006 keadaan mata Nuriyadi makin buruk sehingga dia tidak bisa tahan silau dan sering merasa gelap serta tidak dapat melihat dengan jelas lagi. Walaupun menggunakan kaca mata tetap keadaan mata seperti di atas.

Pada Bulan Januari 2007 orang tua Nuriyadi mendengar dari teman bahwa ada pengobatan mata dengan obat herbal dari Papua Radix Vitae. Mereka membawa Nuriyadi beberapa kali ke tempat praktek dan anak mereka sudah mulai merasa mata agak enak.  Selanjutnya kedua orang tuanya memutuskan untuk membeli obat mata tersebut supaya bisa mengobati anak di rumah sendiri saja.

Pengobatan dilaksanakan sampai pertengahan Bulan Maret dan pada saat itu Nuryadi sudah merasa mata kembali ke keadaan normal.  Supaya yakin orang tua membawa dia ke Dokter ahli mata lagi dan setelah diperiksa ternyata mata Nuriyadi sudah sembuh total

Ibu Sulastri – 55 tahun, MOJOKERTO – Jawa Tengah

SEMBUH TOTAL DARI KATARAK AKUT

Ibu Sulastri yang tenderita Katarak Sejas tahun 2004 sudah mencoba berbagai cara pengobatan tetapi hasilnya tidak ada dan akhirnya dokter ahli mata menyarankan agar matanza dioperasi. Karena takut, akhirnya ia memilih untuk tidak menjalankan operasi dan mencari cara pengobatan lain. Melalui agen tetes mata Radix Vitae di Mojokerto ia memperoleh tetes mata dan langsung memakainya pada Desember 2006.

Setelah  memakai selama 1 bulan penglihatan mata Ibu Sulastri semakin jelas dan ia memeriksakan diri ke dokter mahli mata dan  dokter mengatakan bahwa Kataraknya sudah mulai menipis dibandingkan sebelumnya. Ia melanjutkan terus menggunakan tetes mata Radix hingga akhirnya pada bulan Februari 2008 dokter ahli mata menyatakan bahwa penyakit Katarak Akut yang diderita oleh Ibu Sulastri sudah sembuh total.

Priyo Kriswantoro – Sleman, DIY

Minus berkurang dan Kataraks serta Pterigium mulai menipis

Mata Kanan minus 12, mata kiri minus 18,5 serta menderita Kataraks dan Pterigium.  Bulan Februari 2006 mulai menggunakan Tetes Mata Herbal Keben.  Pada Bulan April dari hasil pemeriksaan di RSM Dr Yap menunjukkan minus berkurang dan Kataraks serta Pterigium mulai menipis.  Bulan November 2009 periksa lagi ke RSM Dr Yap dan diperiksa oleh Prof.  dr. Suhardjo, SU. Sp. M menunjukkan hasil yang mengejutkan dimana Minus mata kanan tinggal 6,5 dan mata kiri tinggal minus 8, sementara Kataraks dan Pterigium dinyatakan sembuh.

Bapak Priyo hingga saat ini terus menggunakan Tetes Mata Herbal Keben dan Kapsul Suplemen Mata Angelica.